“Passion for Christ, Missionaries-Mission and Creation”
(Cinta yang berkobar kepada Kristus, Misionaris - Misi, dan Ciptaan) dalam terang Kapitel General XVI – 2006.
“Passion for Christ, Missionaries-Mission and Creation” adalah Thema Kapitel X SVD Provinsi Jawa tgl. 18-24 Oktober 2009.
“Passion for Christ” – Cinta yang berkobar kepada Kristus dipilih sebagai salah satu inti tema kapitel karena kesadaran bahwa Kasih karunia Allah telah menghimpun kita dari pelbagai bangsa dan benua ke dalam satu persekutuan biarawan misioner yang dibaktikan kepada Sabda Allah dan oleh karena itu dinamakan Serikat Sabda Allah (prol. kons.). Pernyataan Prolog Konstitusi ini secara langsung membawa anggota SVD pada pengalaman misteri panggilan Allah. Kristuslah yang pertama-tama mencintai kita dalam persekutuan Kasih Allah Tritunggal. Dalam Kristus Allah hadir dan memberdayakan kita. Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaanNya (Yoh.1,14a). Dia pulalah yang telah memanggil dan memilih kita. Jawaban “Ya” kita terhadap panggilan dan pilihanNya ini adalah sama dengan mencintai Dia dan MisiNya. Maka kita mengatakan MisiNya adalah misi kita dan HidupNya adalah hidup kita (bdk. Kap. Jen. XVI No. 3-11). Peziarahan panggilan misioner ini dibimbing oleh Roh menuju hal yang paling hakiki yaitu menemukan jati diri sebagai Misionaris Sabda Allah ketika kita “beralih” (Kap. Jen. 1988) ke dalam kehidupan Ilahi yang dinamis yang adalah sumber kesatuan dan keanekaan kita (Kap. Jen. XVI No.14).
Iman akan Allah yang memilih dan memanggil dapat pudar di saat kita misionaris tidak lagi mampu melihat bahwa hidup dan misi kita sebagai misionaris adalah hidup dan misi Allah. Saat di mana kita tidak lagi menimba daya hidup Ilahi adalah saat krusial dalam seluruh panggilan kita. Saat di mana karya kita tidak lagi menjadi karya Allah adalah juga saat yang hanya akan glamour di mata dunia. Penting diperjuangkan pilar pertobatan dari sikap aktivisme kepada sikap kontemplatip (bdk. Vademécum hal.391 ) agar kesadaran akan cinta Yesus yang memanggil kita membuat kita terus berkobar untuk mencintai Dia.
Inti Tema “Passion for Missionaries-Mission” – Cinta yang berkobar kepada para Misionaris dan Misi dipilih berdasar pada panggilan SVD sebagai Serikat Religius Misionaris. Masing-masing kita adalah bagian dari keluarga dan cita-cita yang besar untuk menghadirkan Keluarga Allah yang tiada lain adalah KerajaanNya sendiri. SVD dalam diri para anggotanya telah berjuang semaksimal mungkin. Perjuangan ini bukan dilakukan secara individual melainkan sebagai komunitas yang sehati dan sejiwa (bdk. Kis. 4,32ª)
Dengan kaul-kaul kita bersatu lebih erat satu sama lain dan sanggup mewartakan amanat keselamatan dengan lebih berhasil. Sebagai sama-saudara kita mempererat persatuan ini dengan doa, hubungan pribadi dan dengan kegiatan-kegiatan misioner bersama. (Kons. 301). Kita dipanggil untuk berusaha mengembangkan hubungan pribadi antara kita SVD satu sama lain agar dengan demikian tiap orang dapat merasa dirinya diterima dan betah dalam komunitas seperti di rumahnya sendiri. (Kap. Jen. XVI No. 35)
Setiap samasaudara dipanggil untuk terus menerus menunjukkan minat terhadap kehidupan dan pekerjaan setiap samasaudara. Setiap samasaudara penting mengembangkan sikap saling membantu serta saling mendorong untuk lebih penuh mengembangkan diri dan bakat-bakat yang dianugerahkan Tuhan. Saling berbagi rasa dalam kegembiraan dan kesedihan, harapan dan kesulitan tetap harus dikembangkan. Kebaikan dan cintakasih hendaknya menjadi ciri-ciri khas kehadiran SVD di mana pun ia berada. (bdk. Kons. 303)
Penting ada kehendak dan tindakan untuk saling mengenal secara personal (knowing), saling berbagi (sharing), saling memperhatikan (caring), saling mencintai dan memaafkan (loving and forgiving). SVD sangat tepat dalam memandang pentingnya nilai manaruh kasih dan hormat kepada sesama konfrater.
Sebagai anggota SVD baik sebagai pribadi maupun sebagai komunitas, kita dapat menjadi kehilangan gairah dan roh dan semangat di saat hidup, panggilan dan karya kita tidak lagi mendapat tambahan hembusan nafas hidup dari konfrater, pimpinan atau komunitas. Benar bahwa sebagai pribadi atau sebagai komunitas, kita seharusnya tidak merasa bangga bila karya kita hebat di mata dunia sementara kita atau komunitas kita tidak pernah melihat dan melibatkan konfratrer dalam karyanya. Pilar pertobatan dari sikap individualisme ke kolaborasi penting diperjuangkan! (bdk. Vademecum hal. 392 )
Sedangkan inti tema “Passion for Creation” – Cinta yang berkobar kepada Ciptaan (Manusia dan Ciptaan lainnya)dipilih berdasar realitas bahwa wajah manusia dan alam ciptaan sudah seakan tanpa masa depan. Penindasan, ketidak adilan dan ketiadaan damai serta pengrusakan alam menjadi santapan setiap hari. Tentu masih ada banyak yang baik yang harus kita syukuri. Namun SVD tidak ingin menjadi bagian dari sumber kehancuran. Yesus datang untuk membawa hidup. Dan Ia menghendaki agar manusia mengalami hidup secara berkelimpahan (Yoh. 10,10). Ini juga yang menjadi bagian dari tanggungjawab misioner kita.
Harus jelas bahwa panggilan kita sebagai misionaris adalah memaklumkan cintakasih yang ditunjukkan Bapa kepada semua orang dan semua ciptaan lainnya. Hidup dan karya kita menjadi nyata dalam mewartakan kuasa Yesus Kristus yang menyelamatkan dan membebaskan manusia dan dunia dari dosa dan kematian. Hidup baru hanya dapat nyata bila hak hidup manusia dan hak hidup ciptaan lainnya dimaklumkan dalam kuasa Roh Kudus. (bdk. Kons. 107).
Oleh karena itu, betapapun gelapnya masa lalu masa kini dan masa depan manusia atau betapapun hancurnya ciptaan lainnya baik alam maupun satwa, kita misionaris tidak ingin menjadi bagian dari kegelapan dan kehancuran tersebut. Kita hadir untuk membawa terang dan kehidupan. Dapat saja anggota SVD atau komunitas SVD kehilangan daya bila visi membawa terang dan kehidupan ini tidak ada lagi dalam diri dan komunitas. Kita dipanggil untuk menjadi promotor budaya kehidupan bukan budaya kematian! Pilar pertobatan dari budaya kematian (culture of death) ke budaya kehidupan ( culture of life) penting diperjuangkan!
Thema Passion for Christ, Missionaries and Creation ini pada dasarnya jelas dimaksudkan untuk semakin menegaskan cinta kita yang berkobar kepada Serikat, “Passion for The Society”.
Tujuan Capitel X Provinsi SVD Jawa adalah “Membangun Provinsi SVD Jawa yang Transformatif, Kolaboratif dan Misioner”
Cita-cita membangun provinsi SVD Jawa yang trasformatif, kolaboratif dan misioner, adalah sebuah proses yang harus didasari oleh Passion for Christ, Missionaries and Creation. Sebelum memberi penegasan misi kepada Simon Petrus “ Gembalakanlah domba-dombaKu” sebanyak 3 kali, Yesus 3 kali bertanya, “Simon, anak Yohanes, adakah engkau mengasihi Aku lebih dari mereka ini?” (bdk. Yoh. 21,15-17)
Tujuan Kapitel X Provinsi Jawa – 2009 bisa terwujud bila masing-masing konfrater sebagai anggota provinsi, digerakkan untuk secara pribadi dan sebagai komunitas melakukan gerakan transformatip, kolaboratip dan misioner. Artinya bahwa hidup dan panggilan serta pelayanan kita haruslah dijiwai oleh Roh Perubahan, Roh Kerjasama dan Roh Misioner.
Tujuan Kapitel yang telah dirumuskan ini juga telah menjadi Visi Dewan Pimpinan Provinsi 2008-2011 yaitu “Persaudaraan dengan semangat melayani yang dijiwai oleh Spiritualitas Allah Tri Tunggal Maha Kudus dalam Provinsi yang Transformatif, Kolaboratif dan Berhati Misioner”. Mengapa dan Apa yang hendak dicapai dengan Provinsi yang Transformatif, Kolaboratif dan Misioner?
Berdasarkan evaluasi dan hasil visitasi dewan pimpinan provinsi menemukan aspek-aspek penting yang harus mendapat prioritas perhatian kita bersama. Aspek-aspek yang dimaksud adalah Formasi Berlanjut – “On Going Formation”, Formasi Dasar – “Basic Formation”, Personalia SVD, Pendidikan dan Ekologi di Kalimantan, Rotasi Konfrater, Kemandirian dan Solidaritas Keuangan, Kontrak Kerja dengan Gereja Lokal dan Karya-karya Komisi.
Di tempat lain, kapitel rumah dan distrik yang telah dibuat dengan tuntunan-tuntunan pertanyaan yang disiapkan oleh Steering Committeé Kapitel, juga telah mengajak kita untuk melihat kebutuhan untuk meletakkan dasar yang kokoh pada Cinta kita yang berkobar pada Kristus, Misionaris dan Ciptaan.
Untuk menanggapi realitas prioritas provinsi dan kebutuhan yang ada, sebagai Provinsi kita membutuhkan Roh yang memampukan kita untuk semakin berubah dan membawa perubahan (Roh Transformatip), semakin bekerjasama (Roh Kolaboratip) dan semakin misioner (Roh Misioner).
Setiap kita dipanggil pada perubahan untuk menjadi seorang misionaris, lebih daripada mengerjakan pekerjaan-pekerjaan misi, untuk lebih berkolaborasi daripada menghidupi sikap individualis, untuk lebih berdialog daripada menampakkan kekuasaan untuk menaklukkan yang lain, untuk menjadi siap diinjili daripada hanya ingin menginjili (Vademécum 393- P. Antón Pernia SVD)
Catatan resolusi dan rekomendasi Kapitel Provinsi IX 2006 mewajibkan Konfrater untuk mempunyai sikap siap dan terbuka untuk mempelajari bahasa dan budaya, tempat kita berkarya. Setiap kita, baik sebagai anggota maupun pimpinan, ditantang untuk menumbuhkan sikap berdialog dan memikirkan masalah-masalah yang dihadapi rumah, distrik maupun provinsi dengan duduk dan berbicara bersama baik dalam pertemuan resmi maupun tidak resmi.
Rekomendasi-rekomendasi Kapitel Provinsi IX juga mengajak kita untuk membuat perubahan untuk lebih bekerjasama dan lebih menguatkan semangat misioner kita. Misalnya: Seruan untuk menggali Spiritualitas Tarekat, Peningkatan SDM lewat studi, kursus atau pelatihan bagi konfrater yang berbakat dan berminat, rotasi konfrater, kunjungan berkala DPP dan Dewan Distrik, mengusahakan kemandirian dan solidaritas keuangan, mengikuti program formasi berlanjut, mempersiapkan tenaga formator dan studi Matra-matra Serikat bagi para bruder yunior.
Resolusi dan rekomendasi tersebut jelas telah menjadi menú kita selama 3 tahun yang lalu. Provinsi mencatat bahwa ada resolusi dan rekomendasi yang telah dijalankan, ada yang masih dalam proses dan ada pula yang masih dalam rencana pelaksanaannya. Hal ini akan kita lihat dalam bagian Panorama Provinsi.
Pertanyaan yang mendasar untuk menempuh proses perubahan ini adalah, “Atas dasar apa atau apa yang telah, sedang dan akan menjiwai kita untuk melakukan gerakan transformatip, kolaboratip dan misioner”?
Korelasi Kapitel X SVD Jawa - 2009 dengan Kapitel General XVI - 2006 dan Kapitel IX Provinsi SVD Jawa - 2006
Kapitel Provinsi IX dan Kapitel General XVI membahas Thema yang sama “Menghayati Dialog Profetis: Spiritualitas, Komunitas, Kepemimpinan, Keuangan dan Formasi”.
Dalam bagian pertama Kapitel General dan Kapitel Provinsi, kita disadarkan akan panggilan kita sebagai saksi dan pewarta Kerajaan Allah. MisiNya adalah misi kita. Panggilan sebagai saksi, panggilan untuk bermisi adalah panggilan untuk menjalankan dialog profetis, baik dalam dialog kehidupan maupun dalam dialog karya. Proses dialog ini diupayakan dalam ke- 4 matra SVD yang telah digariskan dalam Kapitel General 2000 yang ditambahkan dengan Kerasulan Keluarga untuk Provinsi Jawa. Ini ditegaskan lagi dalam Kapitel General dan Kapitel Provinsi 2006.
Kapitel Provinsi 2006 mencatat bahwa masih banyak kendala yang dihadapi untuk mewujudkan dialog di provinsi kita. Kendala itu ada dan barasal baik dari dalam diri kita sebagai SVD maupun dari dalam diri para mitra dialog. Ajakan untuk pertobatan pun terus kita dengungkan baik untuk diri kita sendiri maupun untuk para mitra dialog kita.
Perjuangan matra-matra khas kita di Provinsi ini dicatat oleh Kapitel provinsi Jawa 2006 telah menghasilkan buah-buah positip. Namun kita tetap diminta waspada. Karena perjuangan mewujudkan matra-matra khas tersebut masih berhadapan dengan proses pembentukan diri dan pembentukan komunitas kita sebagai misionaris. Kita juga masih ada dalam perjuangan untuk melaksanakan karya misioner kita lewat komisi-komisi matra-matra tersebut.
Maka kita tetap menaruh perhatian penting untuk terus melihat dan membahas tujuan eksternal Kapitel X SVD Jawa ini yaitu menjalankan panggilan bermisi (Missio). Panggilan provinsi tetap pada menjadi provinsi yang Misioner untuk membawa para mitra dialog pada Kerajaan Allah yang tiada lain adalah kerajaan Cinta Kasih (Passion).
Bagian kedua Kapitel General XVI dan Kapitel Provinsi IX menyadarkan kita bahwa untuk membawa pembaharuan kita membutuhkan pertobatan sejati. Secara konkrit pertobatan tersebut diwujudkan dalam hidup spiritualitas, komunitas, keuangan kepemimpinan dan formasi. Kapitel Provinsi X - 2009 ini mengajak kita terus merefleksikan tema ini dengan mengacu pada tujuan internal Kapitel ini yaitu Komunio SVD Jawa (Communio) dengan mewujudkan sikap Transformatip, Kolaboratip dan Misioner. Tujuan internal dan external Kapitel Provinsi X-2009 ini dapat diwujudnyatakan bila ada Passion for Christ, Passion for Missionaries, Passion for Creation.
Dalam perjalanan Provinsi Jawa, mulai dari 2006 sampai dengan 2009 ini kita dapat bertanya cinta yang berkobar – “passion”- apakah yang telah menggerakkan atau telah tidak menggerakkan kita untuk menghidupi atau tidak menghidupi spiritualitas, komunitas, kepemimpinan, keuangan serta formasi dasar dan formasi berlanjut sesuai dengan visi misi dan komitment Serikat! Apakah buah-buah yang didapat adalah tumbuhnya semangat komunio dan misioner yang lebih berdayaguna untuk keselamtan manusia dan dunia?
Marilah kita mendalami refleksi kita seraya mohon kepada Allah Tri Tunggal Maha Kudus agar kita dibantu untuk menemukan jawabannya dari pengalaman hidup panggilan misioner kita dan dari lubuk hati kita yang terdalam.
Vivat Deus Unus et Trinus in Cordibus Nostris et in Cordibus Hominum.
P. Felix K. Sunartha SVD