Berita tentang Setahun Perayaan 25 Tahun Seminari Tinggi SVD "Surya Wacana" Malang.

Minggu, 29 Juli 2007 : Pembukaan setahun perayaan 25 tahun "Surya Wacana" dan Perayaan Ekaristi Syukur atas 25 tahun Imamat P. Daniel Moa, SVD.

Menjadi Misionari di Era Globalisasi
Dua acara besar yang berlabel "perayaan perak" disatukan pada hari Minggu, 29 Juli 2007. Acara tersebut adalah Perayaan Perak Imamat P. Daniel Moa, SVD dan Pembukaan setahun Perayaan Perak Seminari Tinggi SVD "Surya Wacana", Malang.
Dalam homili dan refleksi pribadinya selama dua puluh lima tahun menjadi Imam, P. Dan Moa menghubungkan pengalamannya dengan pengalaman seorang pemanjat kelapa. Seorang pemanjat kelapa membutuhkan usaha dan perjuangan, ketekunan dan keberanian. Adapun tema yang diambil dari Yoh 15:15 merupakan motto tahbisannya, telah menggugah hati umat yang hadir (SVD-SSPS dari rumah formasi Malang-Batu, pembicara seminar dan kerabat SVD) untuk melihat perjuangan seorang imam dalam diri seorang P. Dan Moa. Acara misa syukur perak imamat ini berlangsung dengan khidmat dan meriah, serta didukung oleh paduan suara para frater-bruder "Surya Wacana".
Usai misa syukur tahbisan dan pembukaan setahun perayaan perak, diundang dua pembicara untuk memberikan pandangan dan masukannya terhadap formasi SVD, khususnya formasi SVD Malang-Batu. Kedua pembicara itu adalah Bapak Dr. Henry Supriyanto dan Sdr. Benediktus M.T. Siregar, SS, alumnus Seminari Tinggi "Surya Wacana".
Dalam seminar yang bertema "Breakthrough SVD Surya Wacana to the World Mission", Bapak Henry memberi gambaran dan situasi dunia sekarang yang dikatakan sebagai dunia dalam era globalisasi. Beliau mengharapkan SVD menyiapkan diri menghadapi situasi tersebut agar tugas perutusan sebagai misionaris dapat diwujudkan. Pembicara kedua, Sdr. Benni Siregar menguraikan pandangannya dari segi sosiologi. Mengakhiri presentasinya, ia menguraikan satu hasil penelitian mengenai harapan umat terhadap imamnya. Umat masih menempatkan Imam pendoa sebagai harapan utama terhadap imamnya.

Minggu, 25 Nopember 2007 : Seminar Sehari tentang Komunikasi.

Menjadi Komunikator Sabda Allah
Masih dalam rangkaian menyongsong perayaan perak Seminari Tinggi SVD "Surya Wacana", seksi seminar menyelenggarakan seminar sehari dengan tema "Komunikasi dalam Era Globalisasi dan dalam Konteks Pembinaan Seorang Misionar" pada hari Minggu 25 Nopember 2007. Seminar yang diadakan dalam bahasa Inggris ini menghadirkan dua pembicara ahli dalam bidangnya yakni P. Edvino Sicuro, SVD, Koordinator Komisi Komunikasi SVD Generalat, dan P. Pio Estepa, SVD, Sekretaris Misi Generalat. Mereka hadir di Indonesia dalam rangka pertemuan Komisi Komunikasi SVD se-Asia Pasifik.
Kedua pembicara menekankan pentingnya komunikasi di tengah era globalisasi untuk mewartakan Sabda Allah. Situasi dunia sudah berubah, yang digambarkan dengan era manusia dari zaman sebelum perang dunia dan zaman sekarang. Perbedaan lain yang sangat mencolok digambarkan dengan perbedaan selera musik. Singkatnya sekarang muncul generasi elektronik (e-generation).
Tantangan kita adalah bagaimana kita menggunakan komunikasi yang merupakan bagian dari matra SVD untuk menyapa mereka ini. Mereka adalah audiens, umat yang kita hadapi. Kalau pewartaan sabda kita mau berhasil, maka kita harus bisa menjadi komunikator sabda yang baik. Di akhir seminar, pembicara memberi langkah-langkah praktis bagaimana menghayati komunikasi dalam hidup sehari-hari. Acara yang diikuti Rumah formasi SVD-SSpS dimeriahkan oleh Band "Surya Wacana".


Minggu, 30 Maret 2008 : Seminar Sehari dengan Tema "Dialog Profetis dalam Konteks Pembinaan Misionaris untuk Misi Dunia"

Belajar dari Perempuan Kanaan yang "Menobatkan" Yesus
Ratusan peserta mengikuti dengan antusias pemaparan dua pembicara, Dr. Ignas Kleden, Sosiolog, dan RM. Dr. Paskalis Edwin, SVD, doses Kitab Suci STFT Malang, dalam seminar sehari di Aula Magna SVD Surya Wacana, Malang.
Mereka berasal dari berbagai kalangan yakni para anggota SVD-SSpS, biarawan-biarawati dari berbagai tarekat di kota Malang, para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang beserta ibu-bapak dosen. Seminar yang bertemakan "Dialog Profetis dalam Konteks Pembinaan Misionaris untuk Misi Dunia," ini diadakan untuk menyambut perayaan perak seminari Tinggi SVD Surya Wacana, Malang yang puncaknya akan berlangsung pada 27-29 Juni 2008.
Ignas Kleden yang menjadi pembicara pertama mengawali ceramahnya dengan catatan pendahuluan bahwa pembicaraan ini lebih berupa usaha seorang awam untuk memahami dialog profetis dan misi dalam kaitan dengan beberapa kondisi di luar teologi. "Misi pertama-tama berarti missio dei, atau misi sebagai karya Allah sendiri. Tugas utama seorang misionaris adalah turut serta dalam karya perutusan Allah. Menjadi misionaris bukanlah pertama-tama memilih cara kerja melainkan memilih suatu cara hidup," ungkapnya.
Pada akhir ceramahnya, Ignas Kleden, yang menyelesaikan gelar doktor di bidang sosiologi memberi perhatian pada dunia global sebagai tempat dan konteks misi dijalankan dan dialog profetis dilaksanakan. Ia melanjutkan "Secara sosiologis, kegiatan misi yang dilakukan semenjak berabad-abad sekarang menjadi bagian aktual dari kekuatan-kekuatan global. Apa yang diharapkan dari kegiatan misioner sebagai varian dari kekuatan global adalah bahwa dia tidak berusaha mempersatukan seluruh dunia di dalam kekuatan modal atau ideologi politik yang sama, tetapi mempersatukan dunia dalam harapan akan kerajaan Allah yang sama."
Usai acara makan minum ringan, pembicara kedua Rm Paskalis, sebagai seorang ahli Kitab Suci mengajak para peserta belajar dari Perempuan Kanaan yang dikisahkan dalam Mat. 15:21-28. Perempuan Kanaan ini bukanlah misionaris, tetapi ia menunjukkan kepada kita apa itu dialog profetis dan apa yang diperlukan seorang misionaris untuk menghidupinya. Setidaknya ada dua hal yang perlu diteladani dari perempuan Kanaan itu yakni imannya akan Yesus dan kerendahan hatinya. "Perempuan Kanaan ini berhasil "menobatkan" Yesus untuk melihat universalitas pewartaannya", ujar Rm Paskalis bersemangat.
Rm. Paskalis yang menyelesaikan gelar doktornya di bidang Kitab Suci juga menyinggung perlunya para misionaris menjadi agen perubahan lewat dialog profetis yang dia hidupi. Salah satu caranya adalah menyuarakan kebenaran terus-menerus termasuk di tengah situasi negara kita yang diselimuti korupsi. "Sebuah dialog profetis membutuhkan keterbukaan, kerendahan hati, iman yang mendalam dan wawasan yang luas," ujar Rm Paskalis menutup ceramahnya.
Menjawab pertanyaan salah satu peserta, Ignas Kleden yang pernah mengenyam pendidikan Filsafat dan Teologi di STF Ledalero menceritakan pengalamannya sebagai frater. Ia mengatakan bahwa para imam dan calon sekarang perlu tetap berpegang pada semangat awal seperti di jaman mereka di tengah tingginya mobilitas dunia saat ini. Semangat awal itu adalah stabilitas loci dan menjadi a man of prayer.
Seminar ini dipandu oleh dua moderator yaitu Rm Aurelius, SVD dan Diakon Markus Situmorang, SVD. Seminar ini juga dimeriahkan oleh Band "Surya Wacana" yang beranggotakan para frater. Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada kedua pembicara oleh Rm Daniel Moa, SVD dan Diakon Markus Situmorang, SVD serta berkat perutusan oleh Rm Felix Kadek, SVD.


Berita Lain

Info Personalia