Dari Buahnya Dikenal
Pohonnya
(Inti Sari Kotbah P. Norbert Betan, SVD)
Saudara-saudari
terkasih,
Ketika saya menyiapkan kotbah ini sebulan yang lalu, saya sungguh-sungguh
bingung. Bagaimana saya harus menyiapkan sebuah kotbah untuk sebuah
misa syukur yang menggabungkan 5 acara berbeda sekaligus? . Ini sebuah
pengalaman baru yang menguji ketabahan dan kesetiaan.
Mengherankan, mengapa pada hari pesta St. Maria ini, bacaan-bacaan
yang dipilih justru lebih terfokus kepada Yesus, dan bukannya Maria?
Setelah merenung-renung dan berdoa, akhirnya saya mendapatkan jawaban
yang tidak saya duga sebelumnya. Jawaban tersebut lalu menghantar saya
untuk melanjutkan persiapan kotbah saya, yang saya beri judul: Dari
Buahnya Dikenal Pohonnya. Di sini saya sungguh merasakan, betapa
penyelenggaraan Tuhan itu tidak mudah dipahami. Butuh waktu, kesabaran
dan ketenangan untuk mengetahuinya.
Mari kita lihat
kedua bacaan hari ini. Dari 4 ayat bacaan pertama, yang diambil dari
Nabi Mikha, ada 3 ayat yang menunjuk kepada sang Mesias yang akan datang,
yang kita yakini penggenapannya dalam diri Yesus, anak Maria. Sedangkan
tentang perempuan yang akan melahirkan, yang kita pahami sebagai Maria,
ibu Yesus, hanya dikatakan dalam satu ayat. Jelas kelihatan di sini
bahwa pewartaan tentang Yesus justru lebih dominan daripada Maria, ibu-Nya.
Padahal hari ini adalah pesta St. Maria, ibu Yesus.
Peranan Yesus menjadi
semakin dominan lagi, kalau kita melihat isi pewartaan Nabi Mikha tersebut.
Ketiga ayat yang berhubungan dengan Mesias mewartakan: kehebatan Mesias,
yang memerintah Israel dan yang keberadaannya sudah sejak masa purbakala;
yang akan bertindak dan menggembalakan Irael dalam kekuatan dan kemegahan
Tuhan; dan yang akan menjadi besar sampai ke ujung bumi dan akan menjadi
damai sejahtera. Itulah pewartaan tentang sang Mesias. Lalu tentang
Maria, apa yang diwartakan? Satu ayat itu pun hanya memberitakan bahwa
perempuan yang mengandung itu akan melahirkan. Hanya itu.
Kita lanjutkan ke
bacaan Injil Matius. Apa yang dikatakan tentang Yesus? Dia adalah Roh
Kudus; Dia akan menyelamatkan umat manusia dari dosa mereka; dan Dia
adalah Allah yang menyertai manusia. Sekali lagi, pewartaan tentang
Yesus mendapat tempat di sini. Lalu, bagaimanakah dengan Maria? Dari
hampir semua ayat itu, yang dikatakan tentang Maria hanyalah bahwa Maria
bertunangan, lalu mengandung dan melahirkan. Jadi sekali lagi, pewartaan
tentang Yesus justru lebih dominan daripada Maria, ibu-Nya. Padahal
hari ini adalah pesta St. Maria, ibu Yesus.
Saya menjadi sadar
sungguh bahwa Allah ingin menunjukkan kepada saya, siapa Maria itu sesungguhnya.
Dia bisa dikenal lebih dalam seandainya saya sudah mengenal Yesus lebih
jauh. Dengan kata lain, Maria, sang Ibu, bisa dikenal atau diketahui
melalui Yesus, buah hatinya. Dari buahnya dikenal pohonnya.
Sekarang, mari kita telusuri kebesaran Maria melalui kebesaran Yesus,
sang Mesias, yang diwartakan Nabi Mikha dan Injil Matius pada hari ini.
· Kalau Yesus
itu keberadaan-Nya sudah ada sejak masa purba kala, maka sudah pasti
juga keberadaan Maria sudah diperhitungkan oleh Allah sejak awal mula
dunia. Apakah Maria sehebat itu? Ya!
· Kalau Yesus itu bertindak dan menggembalakan Israel dalam kekuatan
dan kemegahan Tuhan, maka sudah pasti juga kekuatan dan kemegahan Tuhan
tersebut disalurkan kepada Yesus melalui Maria, ibu-Nya. Apakah Maria
sehebat itu? Ya!
· Kalau Yesus
itu menjadi besar sampai ke ujung bumi dan akan menjadi damai sejahtera
bagi dunia, maka sudah pasti juga kebesaran diri-Nya karena menjadi
damai sejahtera itu dipersiapkan di dalam diri Maria, ibu-Nya. Apakah
Maria sehebat itu? Ya!
· Kalau Yesus
itu dikandung dari Roh Kudus di dalam rahim Maria, maka sudah pasti
juga rahim Maria adalah kudus, tempat kediaman Roh Kudus. Bukankah Maria
hebat? Ya!
· Kalau Yesus
itu Sang Penebus dosa, yang akan menyelamatkan umat manusia dari dosanya,
maka sudah pasti juga Maria, sang Ibu-Nya akan Dia bahagiakan di surga
dengan cara yang istimewa. Bukankah Maria hebat? Ya!
· Kalau Yesus itu Imanuel, Allah yang menyertai kita, maka sudah
pasti juga Maria, Ibu-Nya tetap setia mendampingi kita. Bukankah Maria
hebat? Ya!
Inilah 6 kebesaran
Maria, yang sebelumnya tidak pernah saya sadari. Semua kebesarannya
tersebut baru saya kenal dan ketahui setelah saya mengenal Yesus, buah
hatinya, melalui bacaan-bacaan Kitab Suci yang kita dengarkan pada hari
ini.
Saudara-saudari
terkasih,
Pesan kedua bacaan hari ini bagi kita kiranya menjadi jelas. Yaitu bahwa
dari buahnya bisa dikenal pohonnya. Dari para anggota SVD, Ibu kita,
Serikat Sabda Allah, bisa dikenal dan dihargai banyak pihak. Hal ini
sudah dibuktikan oleh para sesepuh kita, Pater Yan Lali, Pater Bollen,
Pater Willy, Pater Anton, Br. Oscar dan saya. Kesaksian hidup dan karya
kami tentu telah membuat Ibu kita, Serikat Sabda Allah, dikenal dan
dihargai orang.
Tidak mungkin saya sebutkan pengalaman para Yubilaris ini satu per satu.
Tapi saya yakin, Pater Bollen, Pater Willy, Pater Anton, Br. Oscar dan
saya juga pasti punya ceritera sendiri-sendiri. Pengalaman hidup dan
karya selama 50 tahun, 40 tahun dan 25 tahun sebagai imam, serta 25
tahun berkaul sebagai bruder tentu telah menggores lembaran sejarah
hidup kami masing-masing. Yang pasti ialah, sebagai biarawan-misionaris
SVD, kami sudah mempersembahikan diri kami seutuhnya untuk Tuhan dan
mengabdikan seluruh tenaga, pikiran dan kemampuan kami untuk saudara-saudari
yang kami layani. Dengan cara kami masing-masing, kami sudah berusaha
untuk dapat menghasilkan buah yang baik, sehingga Ibu kita, SVD, Serikat
Sabda Allah, dapat dikenal dan dihargai banyak orang. Dan kami pun sadar
sungguh bahwa semuanya itu bisa terjadi demikian hanya karena penyelenggaraan-Nya
yang tidak mudah dipahami.
Saudara-saudari
terkasih,
Hari ini juga kita merayakan HUT kelahiran Ibu kita, Serikat Sabda Allah,
yang ke-133. Pendiri kita, Bapak Arnold Janssen, sengaja mendirikan
Tarekat ini pada tanggal yang sama dengan pesta kelahiran St. Perawan
Maria, karena Bapak Arnold melihat kesamaan peran yang dimainkan oleh
St. Maria dan Ibu kita, Serikat Sabda Allah. Sebelum melahirkan Yesus,
Sang Sabda, Maria harus terlebih dahulu mengandung Yesus dari Roh Kudus.
Maka, begitu juga hendaknya Ibu kita, Serikat Sabda Allah. Sesuai dengan
namanya, setiap anggota SVD harus terlebih dahulu mengandung Sabda Allah
dalam arti membaca dan merenungkan Sabda Tuhan dalam terang Roh
Kudus sebelum pergi dan mewartakan (melahirkan) Sabda Allah tersebut.
Setiap anggota SVD hendaknya menjadi seperti Maria, yang selalu mendengarkan,
merenung Sabda Tuhan dan menyimpannya di dalam hati, lalu membagi-bagikannya
kepada saudara-saudaranya. Kalau setiap kita, anggota SVD, bisa berlaku
seperti Maria, maka SVD akan dikenal dan dihargai oleh banyak pihak.
Karena dari buahnya dikenal pohonnya.
Hari ini kita juga bersyukur kepada Tuhan, karena Dia telah menambahkan
pada kita tiga orang imam baru SVD, calon misionaris ke tanah misi.
Di samping bersyukur, mari kita juga mendoakan mereka agar mereka mampu
menjadi seperti Maria, yang setia membawa dan menemani Yesus, Sang Sabda,
walau derita siap menghadang. Akan tetapi jangan cemas dan kuatir, adik-adikku.
Para seniormu sudah lebih dahulu merintis. Pandanglah Pater Bollen dan
Pater Willy. Mereka sudah tinggalkan tanah airnya, dan betah tinggal
di Indonesia hingga saat ini. Seluruh diri mereka sudah diberikan untuk
Indonesia. Bahkan, mereka pun sudah siap apabila harus meninggal dan
dikuburkan di tanah misi Indonesia. Semoga adik-adik pun bisa mengikuti
teladan para seniormu. Kalau kamu bisa melakukan itu, maka kamu sudah
menjadi buah yang baik, yang akan menghasilkan buah-buah baik yang lain.
Dengan demikian Provinsi SVD Jawa yang mengutus kamu akan dikenal dan
dihargai oleh pihak-pihak lain.
Syukur kita hari ini tidak menjadi sempurna kalau kita tidak menyapa
adik-adik novis baru, yang akan menerima jubah pada hari ini. Kami sangat
gembira karena kesediaanmu mendengarkan dan menjawabi panggilan Tuhan.
Memang, adik-adik baru mulai menaiki anak tangga pertama dari rumah
besar SVD. Kamu belum sampai masuk rumah; kamu masih berada pada anak
tangga pertama. Karena itu, waspadalah selalu supaya kamu tidak sampai
jatuh dari anak tangga tersebut. Karena kalau sampai jatuh, berarti
anak tangga kedua tidak akan kamu lalui lagi. Tapi, jangan kuatir, mari
kita serahkan seluruh diri kita ke dalam penyelenggaraan Tuhan dan bimbingan
Bunda Maria
Saudara-saudari
terkasih,
Saudara-saudariku sekalian, syukur kita pada hari yang berbahagia ini
akan menjadi sangat berarti, apabila:
1.Kita para anggota Serikat Sabda Allah semakin tekun dan setia dalam
mendengarkan dan merenungkan Sabda Allah dalam terang Roh Kudus, lalu
mewartakannya dengan berani, seperti Maria yang mengandung Sang Sabda
dan melahirkannya bagi kehidupan dunia.
2.Kita para anggota
Serikat Sabda Allah semakin tunduk-merendah dan menyerahkan diri pada
penyelenggaraan Ilahi, seperti Maria yang patuh dan setia pada kehendak
Ilahi.
3.Kita para anggota
Serikat Sabda Allah semakin menghormati kekudusan rahim perempuan, seperti
Maria menghormati rahimnya, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang harus
lahir dan menderita seumur hidup.
4.Kita para anggota
Serikat Sabda Allah semakin berpihak kepada kaum miskin dan tertindas
serta mereka yang diperlakukan secara tidak adil.
Demikianlah empat
pesan kami. Kiranya Tuhan menolong kita agar kita mampu mewujudkannya
dalam hidup kita selanjutnya, sehingga dengan demikian ibu kita, SVD,
Serikat Sabda Allah, semakin dikenal dan dihargai banyak pihak. Dari
buahnya dikenal pohonnya. Amin.
Disarikan oleh: P. Godefridus Meko, SVD