Perayaan
Centenial Distrik Jakarta
Perjalanan rohani
dalam rangka memperingati 100 tahun wafat Bapa Arnold Janssen dan Josef
Freinademetz dibuka dengan perayaan sangat sederhana oleh konfrater
SVD distrik Jakarta di rumah SVD Saidi pada 29 Januari 2008. P. Josef
J Dawan, SVD selaku superior distrik memimpin ekaristi dengan didampingi
sekretaris distrik (P. Hironimus Hurmintojoyo, SVD) dan admonitor distrik
(P. Christo Bala, SVD). Kotbah dipercayakan kepada Pater Christo. Dalam
kesempatan tersebut, Pater Christo menyampaian renungan mendalam mengenai
spiritualitas misi kita berdasarkan tema yang ditetapkan AJS IDJ: Betapa
Mulia Hidup yang dipersembahkan demi Misi.
Dasar dari misi kita sesungguhnya terletak pada hati. Artinya misi kita
tak lain dan tak bukan adalah mewujudkan unio cordium atau persatuan
hati. Situasi dosa yang dialami manusia, misalnya terorisme, genocide,
percabulan, napsu, sihir, perselisihan, dsb selalu berasal dari dalam
hati manusia. Dosa tersebut dapat bersifat mondial. Nah, situasi ini
membutuhkan transformasi dalam rupa pertobatan hati (conversatio cordis).
Bapa pendiri kita memiliki kerinduan agar setiap hati orang yang hampa
dirajai oleh relasi kasih Tritunggal. Jika Tritunggal memerintah setiap
hati manusia, maka terwujudlah Kerajaan Allah yang merupakan kekuatan
transformatif dari dalam diri kita, bukan kekuatan eksternal. Kunci
keberhasilan misi kita adalah terletak pada mengubah hati setiap orang
beriman, agar mau menerima persatuan Yesus dengan hati kita semua. Dalam
unio cordium, kita dapat melihat kehadiran Allah dalam diri sesama kita.
Kotbah dibawakan oleh Pater Christo dengan bernas, sistematis, pelan
dan berwibawa selayaknya seorang dosen dogma. Kapela rumah Saidi yang
kecil dan panas seketika terasa sejuk dan senyap ketika kotbah diperdengarkan.
Seluruh peserta yang terdiri dari seluruh konfrater distrik, karyawan-karyawati
kantor Soverdi, dan dua orang ibu anggota paguyuban SOVERDIA Kranji
selanjutnya berfoto bersama di depan lukisan besar Bapa Arnold dan Bapa
Josef yang dilukis oleh Mas Erik, salah satu karyawan Saidi. Tanpa berpanjang
kata, kegiatan diteruskan dengan makan bersama ala kadarnya. Sungguh
perayaan yang sederhana, tapi sangat bermakna. Hiduplah Hati Kudus Yesus
dalam hati manusia. ***
Oleh: P. Pungki SVD

Foto bersama para
konfrater dan karyawan bersama lukisan kedua santo kita.