Tiang Pancang SOVERDI Matraman

Cuaca Jakarta cukup panas. Angin berhembus kuat. Di dalam lokasi pembangunan rumah SVD di Jalan Matraman Raya nomer 125 yang sudah menjadi hamparan tanah tanpa bangunan, terpasang tenda kecil seukuran 6x6 meter.
Beberapa kursi plastik disusun mengelilingi meja kecil bertaplak putih, berhiaskan sepasang lilin. Hisop dan air suci berada di atas meja kecil itu. Tidak ada karangan bunga meriah, ataupun spanduk yang mengucapkan adanya acara istimewa di tempat itu.
Waktu merambat menuju jam 10.00, di Sabtu 19 Januari 2008 itu. Saat itulah akan dilangsungkan sebuah upacara sabda sederhana yang menandai secara resmi renovasi total Soverdi Matraman. Provinsial SVD IDJ, Pater Martin Anggut, SVD tiba dari Surabaya khusus untuk memimpin ibadat tersebut. Beliau singgah sebentar di Pastoran St. Josef Matraman. Setelah tiba waktunya, beliau datang ke lokasi upacara sabda. Bruder Oscar SVD, preases rumah SVD Saidi dating bersama rombongan tetamu samasaudara SVD dari IDT, IDR dan seorang romo Projo Keuskupan Atambua. Merekalah saksi sekaligus umat yang akan memeriahkan upacara pemasangan tiang pancang renovasi Soverdi Matraman.
Ibadat dimulai dengan nyanyian pembukaan. Di hadapan para konfrater, RT setempat dan panitia pembangunan yang dikomandani P. Stef Budi, SVD, Pater Provinsial menyampaikan kotbah singkat yang isinya sbb: "Kita berusaha mewujudkan sebuah usaha dan perjuangan yang sudah dipikirkan sejak lama (12 tahun lalu), yakni pembangunan total Soverdi Matraman. Kita membangun bukan karena banyak duit ataupun untuk kesombongan, melainkan untuk kebutuhan misioner. Diharapkan pembangunan ini akan berjalan dengan lancar sehingga dapat terwujud rumah misi di mana setiap misionaris yang tinggal maupun yang transit berkembang sebagai pribadi. Kita disatukan oleh Yesus untuk mengambil bagian dalam karya misiNya. Dengan demikian pembangunan rumah ini juga menjadi ungkapan syukur atas misi Yesus sendiri. Kita sebagai religius adalah orang miskin. Jadi pembangunan ini berasal dari kekosongan dan kita membangun di atas kebaikan dan kemurahan hati orang lain dan para donatur. Inipun menjadi alasan bagi kita untuk bersyukur dengan bersama-sama mengembangkan pribadi kita sebagai misionaris."
Hadir juga dalam kesempatan itu Bruder Redemptus Kedang, SVD yang sudah banyak memiliki banyak pengalaman dalam pembangunan rumah-rumah kita. Dalam upacara pemberkatan itu, Pater Martin didampingi Pater Stef berkeliling memberkati lokasi pembangunan. Setelah berkat penutup, Pater Martin dipersilahkan menuju lokasi titik pemasangan tiang pancang. Tanda salib merah dengan cat ditorehkan oleh Pater Provinsial di tiang pancang yang siap ditancapkan kebumi. Setelah itu beliau berkenan untuk pertama kalinya memegang tuas mesin yang langsung mengoperasikan mesin pengebor. Secara pelan namun pasti, tiang pancang itu menusuk bumi, tanpa suara "pong pang pung" (seperti kalau pakai paku bumi) karena memakai sistem injeksi (suntik). Semua yang hadir bertepuk tangan.
Setelah itu, hadirin sempat menyaksikan pengerjaan pemasangan tiang pancang sampai beberapa tiang ditanam sambil menunggu pemotongan tumpeng. Tumpeng memang belum tersedia, oleh karenanya Br. Nando pontang-panting berupaya supaya tumpeng siap disajikan sebagai makan siang. Ketika waktu sudah merambat ke tengah hari, tumpeng pun tersaji di meja. Pater Provinsial berkenan memberkati tumpeng dan membuka makan siang bersama.Potongan tumpeng diberikan kepada pimpro, P. Stef dan selanjutnya diserbu oleh konfrater. Semua makan dengan penuh syukur di lokasi proyek. Siang itu juga Pater Martin kembali ke Surabaya. Yang lain kembali ke Saidi.
Demikianlah sekilas berita dari Soverdi Matraman. Kita semua berharap pembangunan rumah kita dapat berjalan dengan lancar. Semoga Tuhan memberkati para pekerja, tim pembangunan dan kita semua para misionaris Sabda Allah.***

Foto Bersama para konfrater dan pelaksana lapangan renovasi rumah SOVERDI

 

P. Martin mencoba alat-alat berat yang dipakai dalam renovasi rumah SOVERDI


Berita Lain

Info Personalia